Showing posts with label Fisika kelas XII. Show all posts
Showing posts with label Fisika kelas XII. Show all posts

cahaya

cahaya

Baiklah Kali ini saya akan membahas tentang Pemantulan, Pembiasan dan Interferensi.
Ok... langsung ajaa kita lihat yuuu.... !

Mau lihat klik aja tombolnya

A. Pemantulan Cahaya
PEMANTULAN cahaya dapat terjadi karena cahaya mengenai suatu benda yang tidak dapat ditembus oleh cahaya.
Benda yang dapat memantulkan hampir seluruh cahaya yang datang kepada nya dinamakan cermin. Secara umum cermin dibedakan menjadi dua macam, yaitu cermin datar dan cermin speris (lengkung).

Cermin Datar :
Hukum Pemantulan Cahaya dari Snellius

1.Sinar datang garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
2.Besar sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)









Bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar akan bersifat maya, tegak dan sama besar

Cermin Lengkung ( CERMIN CEKUNG dan CERMIN CEMBUNG )


























Untuk CERMIN CEKUNG dan CERMIN CEMBUNG berlaku rumus sbb :













Kalo mo lihat Pembiasan disini.

Mau lihat klik aja tombolnya

B.Pembiasan
PEMBIASAN adalah peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya yaitu ketika cahaya melewati batas dua medium yang berbeda kerapatannya.

Hukum Pebiasan Cahaya dari Snellius :
1.Sinar datang garis normal dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
2.Hasil perbandingan antara sinus sudut datang dengan sinus sudut bias merupakan sebuah bilangn konstan (indek bias).












Catatan :
jika sinar datang dari medium kurang rapat menuju ke medium yang lebih rapat maka sinar biasnya akan mendekati garis normal (Gbr.1)
Jika sinar datang dari medium yang lebih rapat menuju ke medium yang kurang rapat maka sinar biasnya akan menjauhi garis normal (Gbr.2)


1.Pembiasan oleh kaca Planparalel
















2.Pembiasan oleh kaca Prisma
















3. Pembiasan oleh permukaan lengkung














4. Pembiasan oleh lensa
LENSA adalah benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan. Pembiasan oleh lensa dapat terjadi karena kerapatan lensa tidak sama dengan kerapatan udara ataupun air. Pada saat cahaya yang datang dari udara memasuki lensa maka cahaya tersebut akan dibiaskan.
Lensa dibedakan menjadi beberapa macam seperti lensa cembung dan lensa cekung.
Untuk mempermudah dalam menggambarkan jalannya sinar ketika terjadi pembiasan oleh lensa, maka jalannya sinar digambarkan dengan sinar-sinar istimewa sbb:




















Untuk Semua Lensa berlaku Rimus :









Kalo mo lihat Interferensi lihat disini

Mau lihat klik aja tombolnya

C. Interferensi cahaya

Pada peristiwa interferensi dua sinar yang memiliki fase sama, akan terjadi penguatan (terang) jika selisih lintasan dari kedua berkas cahaya sama dengan 0, 1, 2 .... atau berupa kelipatan bilangan asli. Dan terjadi pelemahan (gelap) jika selisih lintasan dari kedua sinar sama dengan , , , , ....... atau dikalikan bilangan ganjil.
Interferensi cahaya pada celah ganda :
Akan terjadi penguatan jika :
ΔS = kλ  atau
d Sin α = nλ
Akan terjadi pelemahan jika :
ΔS = (2k - 1)    atau
d Sin α = (2k - 1)

Interferensi cahaya pada celah tunggal
Akan terjadi penguatan jika :
ΔS = (2k - 1)   atau
d Sin α = (2k - 1)
Akan terjadi pelemahan jika :
ΔS = kλ  atau
d Sin α = kλ

Interferensi cahaya oleh kisi difraksi
Akan terjadi penguatan (terang) jika :
d Sin α = kλ
Catatan : d = 1 / N

TEori atom



 Banyak yang tidak tahu atau tidak mengenal tentang atom, yaitu bagian kecil yang menjadi penyusun sebuah benda.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya ingin membahas sedikit tentang teori atom, smoga semua yang ingin mengetahui, terutama para siswa yang ingin mengenal tentang teori atom akan mendapatkan gambaran yang lebih baik lagi.
            Semua Benda yang ada di alam ini tersusun oleh bagian-bagian yang sangat kecil, bagian ini biasanya disebut sebagai partikel penyususun benda. Salah satu teori yang menjelaskan masalah ini adalah teori atom. Dalam teori atom ini dikatakan bahwa atom merupakan bagian terkecil dari suatu benda, Atom tersusun oleh Inti yang bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang berputar mengelilingi inti atom tersebut. Teori ini dikenal dengan teori atom Rutherford, yang kemudian dilanjutkan oleh Bohr. dan dikenal dengan teori atom Bohr.

Menurut teori atom Bohr berlaku :










Dari ketiga persamaan diatas maka diperoleh bahwa : 
















Energi yang diperlukan elektron yang bertransisi :    

  




Pada saat elektron bertransisi ke lintasan dengan tingkat energi yang lebih besar, maka dibutuhkan energi dengan panjang gelombang yang bisa dihitung dengan rumus :
                                                 = R.  -  
Keterangan :    λ = panjang gelombang foton..................       (meter)
                        R = konstanta Rydberg...........................        (1,097 x 107 m-1)
                        n = bialangan kuantum ke  .....................        (1, 2, 3 .... )

Efek foto Listrik
Efek foto Listrik adalah peristiwa keluarnya elektron dari sebuah logam yang disinari oleh suatu sinar dengan panjang gelombang tertentu. Besarnya energi foton yang diperlukan agar elektron dapat keluar dari permukaan logam dihitung dengan :
                                            




Energi kinetik foto elektron
Besarnya energi kinetik foto elektron ketika elektron itu keluar dari sebuah benda dapat dihitung dengan rumus sbb :
                                                Ek = h.f – h.fo
Teori De Brogli
Dalam ilmu fisika cahaya dianggap memiliki dua sifat yang berbeda yaitu cahaya sebagai gelombang dan cahaya juga sebagai materi atau zat. Teori ini dikenal dengan nama Dualisme cahaya. Cahaya sebagai materi dijelaskan oleh De Brogli yang dinyatakan dengan rumusannya sbb :

                                               







Radiasi Benda Hitam
Dalam ilmu fisika diyakini bahwa setiap benda selalu memancarkan energi. Besarnya energi yang dipancarkan oleh benda ini sebanding dengan suhu benda tersebut. Secara matematika energi  yang dipancarkan benda setiap detik ini dapat dirumuskan sbb :

                                                P = e σ AT4     

Keterangan :    P  = Energi yang dipancarkan benda tiap detik (Watt)
                         e  = koefisien emisifitas benda ................       (-)
                         σ = Konstanta Boltzman ..........................      (5,67x10-8 Wm-2K-4)
                         A = Luas permukaan benda .....................      (m2)
                         T = Suhu mutlak benda ............................      (K)

Pergeseran Wien
Bahwa pada saat foton dipancarkan oleh sebuah benda Intensitas energi maksimum akan terjadi pada saat panjang gelombang maksimum dan dinyatakan dengan rumus :
                                








Keterangan : 
                         λmak = panjang gelombang .....................         (meter) 
                             C  = Konstanta wien ..................................    (5,67x10-8 m K)
                             T  = Suhu mutlak .......................................    (Kelvin)

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

MATERI PELAJARAN FISIKA INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

Induksi Elektromagnetik

Sebelum mempelajari induksi elektromagnetik kita harus mengetahui dahulu fluks magnet yaitu besarnya induksi magnet (medan magnet) yang menembus suatu daerah.
Fluks magnet dapat dihitung dengan rumus :








Induksi Elektromagnetik adalah peristiwa dihasilkannya GGL Induksi jika terjadi perubahan fluks magnet dalam suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kawat penghantar.
Besarnya GGl Induksi dapat dihitung dengan rumus :











Arah arus induksi dapat ditentukan dengan aturan yang dikemukakan oleh Lent yaitu arah arus induksi sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan medan magnet yang yang arahnya melawan perubahan yang yang menimbulkannya.


Induksi diri
Jika kumparan seperti pada gambar dibawah dihubungkan dengan sumber listrik (V) dan saklar terputus, maka tidak akan ada arus listrik yang mengalir dalam kumparan, tetapi ketika saklar dihubungkan, secara spontan dalam kumparan akan mengalir arus listrik dan ini sama artinya dengan timbulnya medan magnet didalam kumparan tersebut. Dengan demikian terjadi juga perubahan fluks magnet dalam kumparan tersebut sehingga antara ujung-ujung kumparan dihasilkan GGL induksi (E). GGL induksi yang dihasilkan dengan cara seperti ini dinamakan GGL Induksi diri, yang besarnya dapat dirumuskan sbb :


Induktansi Induktor
Besar Induktansi sebuah induktor dapat dihitung dengan rumus :



Keterangan :
L = Induktansi induktor .................. (Henry)
N = Jumlah lilitan ........................... ( - )
A = Luas penampang kumparan .... (m2)
l = Panjang kumparan ................... (m)

Energi Potensial Pada Kumparan
Besarnya energi yang tersimpan pada sebuah kumparan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sbb:

W = Besarnya energi atau usaha .............. (Joule)
L = Induktansi Induktor .......................... (Henry)
I = Kuat Arus Listrik ............................. (ampere)

LISTRIK BOLAK BALIK

LISTRIK BOLAK BALIK

Oleh : Asep Suratman
Dalam penyajian kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang teori dasar Listrik bolak balik atau yang sering disebut listrik arus bolak balik atau AC, silakan dibaca aja disini yaa... !
Smoga bisa bermanfaat





Elektromagntik

Elektromagntik

KEMAGNETAN
Magnet adalah benda yang dapat menarik besi atau baja. Berdasarkan cara diperolehnya magnet dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
A. Magnet Alami : yaitu magnet yang diperoleh dari alam bebas
B. Magnet Buatan : yaitu magnet yang diperoleh dengan cara dibuat.

I. Elektromagnetik
Elektromagnetik adalah magnet yang timbul disekeliling kawat penghantar yang dialiri arus listrik.
Besarnya medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik disebut induksi magnet. Dan dapat dihitung dengan rumus :


a. Induksi magnet disekitar kawat lurus dan panjang







b. Induksi magnet dipusat kawat melingkar
c. Induksi magnet oleh N buah lingkaran



 d. Induksi magnet diujung kumparan
 e. Induksi magnet pada ujung kumparan

f. Induksi magnet dipusat toroida




Kterangan : B = Induksi magnetik .......................(Tesla)
i = Kuat arus listrik ......................(ampere)
a = Jarak kepada kawat .....................(meter)
N = Jumlah lilitan .........................( - )
l = Panjang kumparan .......................(meter)
μo = Permeabilitas ruang hampa .......(4π x 10-7 web.m-1A-1)

II. Arah Medan Magnet


Arah medan magnet yang dihasilkan
oleh kawat berarus listrik dapat ditentukan
dengan kaidah kepal tangan kanan sbb :

 arah ibu jari menunjukan arah arus listrik (i)
 arah jari yang mengepal menunjukan arah medan magnet (B)



III. Gaya Lorent
Gaya Lorent adalah gaya magnet yang terjadi ketika sebuah kawat yang dialiri arus listrik berada atau disimpan didalam medan magnet. Gaya seperti ini dapat juga terjadi jika sebuah muatan yang bergerak melewati medan magnet.
Besarnya Gaya Magnet pada sebuah kawat yang dialiri arus listrik dapat dihitung dengan rumus :
F = B.i.l Sin α

Sedangkan gaya magnet pada sebuah muatan yang bergerak melewati medan magnet dapat dihitung dengan rumus :

F = B.q.v Sin α

Keterangan: F = Gaya Magnet ............................ (Newton)
B = Induksi Magnet ......................... (Tesla)
i = Kuat arus listrik ...................... (ampere)
l = Panjang kawat .......................... (meter)
q = Besar muatan listrik ................... (Coulomb)
v = kecepatan muatan listrik ............... (m/s)
α = Sudut antara arah B dan i .............. ( ° )

Arah Gaya Lorent dapat ditentukan dengan aturan kaidah tangan kanan sbb :

 arah telapak tangan menunjukan arah gaya magnet (F)
 arah ibu jari menunjukan arah arus listrik (i)
 arah jari yang lain menunjukan arah induksi magnet (B)

IV. Gaya Magnet antara dua kawat lurus yang dialiri arus listrik
Jika dua kawat yang dialiri arus listrik dan terpisah pada jarak tertentu, maka antara kedua kawat akan terjadi gaya magnet yaitu tarik-menarik jika arah kedua arus listrik sama dan tolak-menolak jika arah kedua arus listrik berlawanan arah.
Besar gaya magnet antara kedua kawat diatas dapat dihitung dengan rumus :






Keterangan :
F/l = Gaya persatuan panjang ................. (N/m)
i = Kuat arus listrik ..................... (ampere)
d = Jarak kedua kawat ..................... (meter)
μo = Permeabilitas ruang hampa ............. (4π x 10-7 webm-1A-1)